MINERAL UNTUK TERNAK,PERLUKAH?

Para pembaca sekalian, mungkin sebagian dari kita kurang menyadari betapa pentingnya mineral bagi ternak karena toh selama ini sejak zaman nenek moyang kita memelihara ternak tidak pernah memberikan tambahan mineral bagi ternak dan hasilnya ternaknya juga tetap sehat. Para pembaca sekalian, hal itu memang benar dan tidak bisa dipungkiri karena hal itu adalah pada masa lalu dan berbeda dengan masa sekarang. Anda mungkin bertanya lagi, apa bedanya dulu dan sekarang? Saya akan menjawabnya dengan hasil sebuah  yang  telah dilakukan oleh United Stated Departement of Agriculture.

Penelitian ini telah dilakukan selama lebih dari 50 tahun dan menunjukkan bahwa setiap tahunnya kandungan nutrisi dalam tanaman terus mengalami penurunan. Penghitungan pada tahun 1948 menunjukkan dalam bahwa pada setiap 100 gram bayam terdapat sekitar 158 mg zat besi dan dengan metode penghitungan yang sama pada  saat ini hanya ditemukan sekitar 27 mg zat besi dalam setiap 100 gram bayam dari jenis yang sama. Ini menunjukan bahwa kandungan mineral dalam bayam mengalami penurunan dari tahun ke tahun dengan jumlah yang cukup signifikan. Sungguh penurunan yang cukup drastis. Selain itu, Japan Food Standard Ingredients List juga menyatakan hal yang serupa bahwa kandungan vitamin C dalam setiap 10 kilogram bayam dari jenis yang sama setiap tahunnya terus mengalami penurunan, seperti terlihat pada diagram di bawah.

Kandungan vitamin C dalam setiap 10 kg bayam:


(Sumber: Japan Food Standard Ingredients List)

 

Anda juga mungkin kembali bertanya, apa hubungannya kandungan mineral dalam tanaman dengan mineral pada ternak? Para pembaca sekalian, ketahuilah bahwa mineral yang ada pada tubuh ternak tidak didapatkan atau diproduksi sendiri dalam tubuh melainkan didapat dari pakan berupa tanaman yang dimakannya. Jika pakan yang dimakan mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung mineral padahal tubuh setiap hari membutuhkan mineral untuk tubuh dan berkembang maka apa yang akan terjadi? Tubuh tidak akan tumbuh dan berkembang secara maksimal. Dampaknya yaitu mudah terserang penyakit dan terganggunya proses prosuksi dan reproduksi. Alasan  tersebutlah yang mendasari pentingnya tambahan mineral bagi ternak.

Para pembaca sekalian, seperti  yang telah saya sebutkan sebelumnya bahwa factor penyebab ternak kita menjadi kekurangan mineral adalah akibat kurangnya mineral yang tersedia pada tanaman pakan ternak. Hal ini dikaenakan tanah yang tempat tumbuh berkembangnya tanaman pakan ternak tersebut hanya mengandung sedikit unsur mineral sehingga hanya sedikit yang bisa diserap oleh tanaman dan akhirnya dimakan oleh ternak. Pertanyaan selanjutnya “mengapa mineral begitu penting?”. Ada bayak hal yang dapat menjawab pertanyaan ini namun yang saya tekankan yaitu :

  • Vitamin tidak akan berfungsi dengan sempurna tanpa adanya mineral yang membantunya berfungsi. Jadi sebanyak apapun vitamin yang anda berikan namun ternak anda kekurangan mineral maka vitamin tersebut percuma.
  • Selain vitamin yang tidak akan bekerja maksimal, berbagai enzim pun tidak akan bekerja sempurna tanpa adanya mineral.
  • Ternak bisa mengatasi atau mentolelir defisiensi vitamin dalam waktu yang relatif lama, tetapi tidak untuk kekurangan/ defisiensi mineral (mineral tertentu).
  • Selain itu, mengenai penyakit defisiensi mineral pada ternak ruminansia dan upaya pencegahannya yang lebih lengkap dapat anda menuju link berikut ini

 

Fungsi mineral yang sangat penting ini terkadang tidak diketahui ataupun dianggap remeh oleh para peternak maupun pihak-pihak yang berkecimpung dalam dunia peternakan. Hal ini mungkin dikarenakan kebutuhan  mineral yang memang tidak sebanyak kebutuhan nutrisi lain. Kebutuhan mineral pada sebagian besar hewan ternak hanya sekitar 0,3 % dari

total konsumsi pakan. Akan tetapi tanpa 0,3 % mineral tersebut ternak tidak bisa menggunakan 99,7 % komponen pakan yang lain dengan sempurna. Dari 0,3 % jumlah kebutuhan mineral tersebut di atas, lebih dari 95 % didominasi oleh unsur makro sebagai komponen struktural dan elektrolit. Hanya kurang dari 5 % terdiri dari berbagai unsur mikro untuk kebutuhan fungsional. Misal: Sapi seberat 200 kg hanya membutuhkan sekitar 0,00001 gram unsur cobalt sebagai komponen penyusun cobalamin. Namun tanpa 0,00001 gram unsur tersebut sapi tidak dapat membentuk sel darah merah sempurna sehingga mengalami gangguan transportasi oksigen yang efeknya akan terlihat seperti hewan yang tercekik karena tidak mampu bernafas.

Kata pepatah, “lebih baik mencegah dari pada mengobati”. Hal ini juga tepat dijadikan sandaran oleh para peternak maupun praktisi yang berkecimpung dalam dunia peternakan. Mengingat kondisi pakan ternak yang minim akan mineral maka sudah seharusnya kita menambahkan supplemen mineral sebagai asupan sehari-hari. Hal ini secara ekonomis maupun secara medis sangat menguntungkan jika dibandingkan dengan tindakan pengobatan  yang dapat dilakukan jika sudah muncul gejala defisiensi yang terkadang hasilnya tidak maksimal. Dengan pemberian mineral yang cukup secara kualitas maupun kuantitas maka ternak keuntungan secara ekonomis yang lebih besar dapat kita peroleh.

Memilih mineral yang tepat untuk ternak merupakan hal yang gampang-gampang sulit. Gampang karena di pasaran banyak produk mineral yang beredar namun sulit memilih yang mana yang benar-benar baik dan dibutuhkan oleh ternak.  Adapun supplemen mineral yang beredar dipasaran adalah:

  • Garam Mineral. Merupakan jenis mineral yang paling banyak digunakan dalam supplement peternakan. Mineral jenis ini dapat dikenali dengan akhiran sulfate, chloride, atau carbonate (misal: iron sulfate, zinc chloride, calcium carbonate). Garam mineral sangat sedikit diserap tubuh dan sering menimbulkan masalah pada saluran pencernaan.
  • Garam Alkali. Mineral jenis ini dapat dikenali dengan akhiran oxide atau hydroxide (misal: magnesium oxide, magnesium hydroxide). Garam alkali memiliki tingkat penyerapan lebih rendah daripada garam mineral dan hanya kurang dari 1% yang benar-benar dapat diman-faatkan ternak. Bahkan beberapa diantaranya sama sekali tidak dapat dimanfaatkan (misal: zinc oxide, copper oxide).
  • Mineral Colloidal. Merupakan jenis mineral yang disuspensikan (bukan dilarutkan) dalam medium cair sehingga berada pada ukuran partikel yang beberapa kali lebih besar daripada mineral jenis lain, yang menjadikannya sangat sulit diserap tubuh.
  • Mineral Amino Acid Chelate (paling baik). Merupakan jenis mineral yang terikat pada struktur asam amino atau oligopeptida. Mineral jenis ini secara alami dijumpai pada berbagai tumbuhan hidup dan mikro-organisme unisel bervakuola. Mineral ini lebih mudah diserap dan lebih siap untuk digunakan tubuh serta dapat dikenali dengan akhiran amino acid chelate.

 

Berdasarkan informasi tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa tidak semua mineral yang dijual dipasaran semuanya sama. Sebagian besar yang beredar dipasaran adalah mineral yang tidak dapat diserap bahkan ada yang berbahaya bagi ternak. Pilihlah mineral dengan bijak untuk ternak anda.  Beberapa saran kami dalam memilih mineral adalah sebgai berikut :

  1. Pilihlah mineral yang komplit. Artinya tidak hanya mengandung beberapa mineral saja namun mengandung semua macam mineral yang penting bagi tumbuh kembang ternak. Jika kita hanya memberikan mineral tertentu saja maka perkembangan ternak tidak akan maksimal karena pada sisi lain terna masih kekurangan mineral penting lajnnya.
  2. Pilihlah mineral yang  100% alami karena yang alamilah yang paling mudah diserap. Sebagian besar mineral yang beredar dipasaran adalah mineral hasil sintetik sehingga sulit diserap oleh tubuh dan terkadang justru berbahaya.
  3. Jangan bermain dengan ukuran gram/miligram. Jangan tergiur dengan produk yang mengandung mineral dalam jumlah besar. Mineral yang tidak seimbang akan memicu terjadinya reaksi balik guna mempertahankan kondisi homeostatis tubuh yang pada akhirnya menghambat penyerapan nutrisi lainnya.
  4. Sebagian produk mineral tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa. Pilihlah produk mineral yang mempunyai tanggal kadaluarsa.
  5. Jangan  tertipu dengan harga yang murah. Lihatlah kualitas produk tersebut, ketika membeli suplemen yang terlalu murah untuk mendapatkan keuntungan maka anda justru membuang uang percuma karena membeli sesuatu yang tidak berguna.
  6. Pilihlah mineral kompleks yang juga menyertakan vitamin kompleks dan probiotik sekaligus agar hasil lebih maksimal. Produk dipasaran umumnya hanya mengandung vitamin saja, probiotik saja dan atau mineral saja. Jika membeli satu persatu maka akan terjadi pemborosan baik dari segi biaya maupun tenaga. Selain itu, jika membeli dalam bentuk yang terpisah muncul kekhawatiran apakah tidak ada efek samping dalam pencampuran obat-obatan tersebut. Untuk itu, saran saya, pilihlah supplemen komplex yang menyediakan mineral,vitamin, probiotik dan enzym sekaligus dalam satu kemasan.

Produk-produk kami seperti  Improlin-G, Rumen aider dan Aqua booster di produksi dengan memperhatikan semua prinsip tersebut dan kaidah-kaidah farmakologis yang berlaku.  Selain itu, kami adalah produsen supplemen ternak pertama di Indonesia yang  memproduksi bentuk mineral baru, yaitu Mineral Amino Acid Chelate dan Mineral Organic Acid Complex yang memiliki banyak keunggulan dibanding produk supplemen yang beredar lainnya. Selain bentuk mineral yang disebutkan diatas kami juga menggunakan Chelate Activated Nutrient Delivery System yang merupakan sebuah sistem deliveri nutrisi yang kami ciptakan untuk memastikan setiap nutrisi yang terkandung dalam setiap produk akan diserap dan diedarkan sampai level seluler (mencapai sel/jaringan target yang membutuhkan) dengan efektivitas maksimal.

Untuk mengetahui informasi lebih mengenai produk yang kami tawarkan dapat meng-klik :

1. Improlin-G (supplemen kompleks untuk unggas)

2. Rumen Aider (supplemen kompleks untuk sapi/kambing/domba)

3. Aqua Booster (supplemen kompleks untuk ikan)

 

 

About estina

Mencoba Memberi Manfaat Bagi Seluruh Alam...

Posted on July 9, 2011, in MINERAL TERNAK and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: